Call medicalclinicid@gmail.com
Loading...
Berikut Ini Penjelasan Penyakit Cedera Saraf Tulang Belakang

Berikut Penjelasan dari Pengertian penyakit Cedera Saraf Tulang Belakang,Gejala penyakit Cedera Saraf Tulang Belakang,Penyebab penyakit Cedera Saraf Tulang Belakang,Diagnosis penyakit Cedera Saraf Tulang Belakang,Penanganan penyakit Cedera Saraf Tulang Belakang,Pengobatan penyakit Cedera Saraf Tulang Belakang

Cedera saraf tulang belakang atau spinal cord injury adalah luka atau kerusakan yang terjadi pada saraf tulang belakang atau saraf yang terletak di ujung saluran(kanal)tulang belakang.

Kondisi ini dapat berdampak permanen kepada kekuatan,sensasi dan fungsi organ tubuh lainnya yang berada di bawah area yang mengalami cedera.Hal ini dapat mengubah total kehidupan penderita terutama dalam kesehariannya.

Saraf tulang belakang berfungsi untuk menjembatani sinyal-sinyal pesan dari otak ke organ tubuh lainnya.Berdasarkan jenis pesan yang dikirim,terdapat dua kelompok sel saraf,yaitu kelompok saraf motorik dan kelompok saraf sensorik.Kelompok saraf motorik adalah sel-sel saraf yang membawa sinyal dari otak untuk mengendalikan gerakan otot. Kelompok saraf sensorik adalah sel-sel saraf yang membawa sinyal dari otak untuk mengendalikan posisi anggota gerak,serta sensasi yang berhubungan dengan rasa sakit,dingin,panas,dan tekanan.

Penyebab Cedera Saraf Tulang Belakang

Cedera saraf tulang belakang bisa disebabkan oleh kerusakan yang terjadi pada tulang belakang,ligamen,keping(diskus)tulang belakang atau saraf tulang belakang itu sendiri.Karena fungsinya sebagai jembatan pesan antara otak dan tubuh,cedera pada saraf tulang belakang dapat berdampak kepada sebagian atau seluruh sel saraf dan bagian tubuh yang berhubungan dengan area yang mengalami kerusakan.Misalnya,cedera pada punggung bagian bawah dapat memengaruhi sel saraf dan fungsi organ seperti tungkai,batang tubuh termasuk organ-organ didalamnya seperti kandung kemih,dan organ seksual.Kerusakan saraf tulang belakang dapat dipicu oleh penyebab traumatis(primer)atau nontraumatis(sekunder)yang dialami oleh tulang belakang.Beberapa contoh penyebabnya antara lain:

  • Kecelakaan kendaraan bermotor.Kecelakaan merupakan penyebab yang paling umum dari kondisi ini.
  • Lansia,khususnya yang berusia diatas 65 tahun,memiliki risiko mengalami cedera saraf tulang belakang akibat terjatuh.Olahraga atau cedera saat rekreasi.Beberapa kegiatan atletis seperti,menyelam di perairan dangkal,berkuda,ski,papan luncur,dan lain-lain berisiko menyebabkan cedera saraf tulang belakang ketika terjatuh.
  • Tindak kekerasan.Cedera dapat bermula dari luka tembak dan luka tusuk yang ikut memotong atau melukai saraf tulang belakang.
  • Penyakit.Kondisi ini dapat dipicu oleh cedera nontraumatis,seperti dari penyakit kanker,arthritis,peradangan,osteoporosis,kelainan tulang atau sendi,dan infeksi atau penurunan jumlah diskus tulang belakang.
  • Alkohol.Penggunaan alkohol secara berlebihan merupakan salah satu penyebab cedera saraf tulang belakang yang umum.

Meski cedera tulang belakang biasanya dikarenakan kecelakaan yang dapat menimpa semua orang,ada beberapa faktor risiko yang meningkatkan terjadinya kondisi ini.Beberapa faktor risiko cedera saraf tulang belakang,antara lain:

  • Usia.Rentang usia 16-30 tahun adalah usia yang rentan mengalami cedera traumatis pada saraf tulang belakang.Demikian juga lansia yang berusia diatas 65 tahun rentan dengan cedera akibat terjatuh.
  • Jenis kelamin.Cedera saraf tulang belakang lebih umum dialami oleh pria daripada perempuan.
  • Sering melakukan kegiatan yang berisiko jatuh.
  • Memiliki gangguan tulang atau sendi.

Gejala Cedera Saraf Tulang Belakang

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya,cedera pada saraf tulang belakang dapat memengaruhi fungsi motorik dan sensorik tubuh.Dari rasa sakit,mati rasa,hingga kelumpuhan.Hal ini bergantung kepada tingkat keparahan dan lokasi cedera.Tingkat keparahan cedera dibagi menjadi dua,yaitu:

  • Menyeluruh atau lengkap.Tingkat cedera ini melibatkan hilangnya semua kemampuan yang bersifat inderawi(sensorik)dan kemampuan mengendalikan pergerakan(motorik)area yang dipersarafi tulang belakang yang cedera.
  • Lokal atau tidak lengkap.Terjadi bila masih ada beberapa fungsi sensorik atau motorik yang bekerja.Cedera jenis ini memiliki beragam tingkat keparahan tersendiri.

Selain itu,kelumpuhan(paralysis) akibat cedera tulang belakang dapat dikategorikan menjadi:

  • Tetraplegia atau quadriplegi,yang bisa memengaruhi keempat anggota gerak,dada dan perut.
  • Paraplegia,yang memengaruhi anggota gerak bawah dan organ panggul.

Cedera saraf tulang belakang dapat memiliki satu atau lebih gejala di bawah ini:

  • Kehilangan kemampuan untuk merasakan sentuhan,panas,dan dingin.
  • Tidak dapat bergerak.
  • Rasa sakit atau seperti tersengat akibat rusaknya serat saraf tulang belakang.
  • Kesulitan batuk,bernapas,juga sulit untuk mengeluarkan cairan dari paru-paru
  • Kehilangan kendali terhadap proses tubuh yang berkaitan dengan usus dan kandung kemih,seperti sulit menahan buang air kecil maupun besar.
  • Perubahan yang berhubungan dengan aktivitas seksual,fungsi seksual,dan fertilitas.
  • Mengalami refleks atau kejang yang berlebihan.

Waspadai gejala darurat yang muncul paska kecelakaan sebagai indikasi terdapatnya cedera pada saraf tulang belakang,yaitu:

  • Rasa sakit atau tekanan pada leher,kepala,atau punggung yang parah.
  • Kesemutan atau mati rasa pada jari,tangan,jari kaki,atau kaki.
  • Gangguan pernapasan setelah kecelakaan.
  • Sulit menjaga keseimbangan tubuh ketika berjalan.
  • Bagian tubuh menjadi lemah,tidak terkoordinasi,atau mengalami kelumpuhan.Kondisi ini dapat juga muncul setelah pendarahan atau pembengkakan di sekitar saraf tulang belakang terjadi.
  • Posisi leher atau punggung yang terpelintir ke arah yang tidak normal.Segera hubungi dokter jika orang yang baru saja mengalami kecelakaan pada bagian kepala atau leher menunjukkan gejala cedera saraf tulang belakang seperti di atas.Kondisi ini dapat membahayakan karena ada kemungkinan terjadi cedera yang lebih serius.

Diagnosis Cedera Saraf Tulang Belakang

Rangkaian wawancara serta tes yang menguji fungsi motorik dan sensorik akan dilakukan dokter sebagai langkah awal mendapatkan diagnosis dari cedera saraf tulang belakang.Rangkaian tes bisa dilakukan secara darurat jika pasien yang mengalami cedera leher berada dalam kondisi tidak sadar atau memiliki gejala cedera saraf.Beberapa tes yang mungkin dilakukan,antara lain:

  • X-ray,untuk mengecek kondisi tulang belakang dari kemungkinan adanya retakan,tumor atau gangguan lainnya.
  • CT scan,untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas dari tulang belakang dan mengetahui jenis gangguan yang dialaminya.
  • MRI,untuk memeriksa kondisi saraf tulang belakang menggunakan gelombang magnetik dan radio yang kuat.Pemeriksaan ini dapat membantu dokter mendapatkan informasi apakah terdapat gumpalan darah atau kondisi lain yang menyebabkan tekanan pada saraf tulang belakang.
  • Uji saraf mungkin dilakukan untuk mengetahui tingkat keparahan cedera.Salah satunya dengan cara menguji kekuatan otot dan kemampuan pasien merespons rangsangan berupa sentuhan atau tusukan jarum.

Pengobatan Cedera Saraf Tulang Belakang

Jeda antara cedera dan penanganan cedera saraf tulang belakang dapat mempengaruhi jenis komplikasi yang akan berkembang dan waktu pemulihan pasien.Penanganan juga dilakukan untuk meminimalisasi efek dari trauma kepala dan leher.Oleh karena itu,penanganan cedera saraf sering sudah dimulai dari tempat kejadian.Sayangnya,hingga saat ini masih belum ada cara untuk mengembalikan fungsi saraf tulang belakang yang telah rusak.Peneliti masih terus berusaha menemukan terapi baru,termasuk prostesis dan obat yang memicu pertumbuhan atau memperbaiki sel saraf.

 

Beberapa tahapan pengobatan cedera saraf tulang belakang,yaitu:

Tahapan awal pengobatan dilakukan untuk mencegah shock,dan menjaga pasien agar dapat bernapas.Imobilisasi leher juga dilakukan untuk mencegah kerusakan lanjutan pada saraf tulang belakang,dan mencegah komplikasi.Pengobatan tahap awal,terdiri dari:

  • Pelindung leher yang berguna untuk menjaga keseimbangan leher dengan tulang belakang.
  • Pembedahan mungkin dilakukan untuk mengangkat bagian tulang,keping,retakan tulang belakang,atau benda lain yang menekan tulang belakang.Pembedahan juga mungkin dilakukan untuk mencegah rasa sakit dan deformitas/cacat tulang.
  • Obat methylprednisolone dalam bentuk cairan injeksi.Obat ini dapat disuntikkan ke dalam pembuluh darah untuk mengobati cedera saraf tulang belakang kondisi akut.Tujuannya adalah untuk mengurangi kerusakan pada sel saraf dan peradangan di sekitar area cedera jika diberikan dalam waktu 8 jam setelah cedera terjadi.
  • Pengobatan eksperimen.Penelitian terhadap pengobatan terbaru yang masih terus dilakukan hingga saat ini.Tujuannya mengendalikan peradangan,menghentikan kematian sel,dan merangsang regenerasi sel saraf.

Tahapan kedua dari pengobatan cedera saraf tulang belakang adalah untuk mencegah munculnya kondisi lanjutan atau komplikasi akibat cedera ini,seperti infeksi pernapasan,kontraktur otot,gangguan usus dan kandung kemih,kerusakan jaringan akibat imobilisasi(dekubitus),dan penggumpalan darah.Begitu kondisi pasien dianggap siap untuk menjalani perawatan dan terapi selanjutnya,maka pasien akan memulai tahap rehabilitasi.

 

Tahap ketiga atau rehabilitasi bertujuan untuk mengedukasi pasien tentang dampak cedera ini, bagaimana menghadapinya, dan tentunya pemulihan fisik. Pasien akan diajarkan untuk kembali membangun hidup yang produktif dengan memanfaatkan kemampuan barunya. Pasien dilatih untuk mempertahankan dan memperkuat fungsi otot yang ada, mengembalikan fungsi motorik halus yang terganggu, dan mempelajari teknik untuk beradaptasi dengan aktivitas sehari-hari.

Pengobatan pada tahap rehabilitasi diberikan untuk mengatasi rasa sakit,mengendalikan efek dari cedera saraf tulang belakang terhadap fungsi organ pencernaan dan seksual.Selain itu juga berfungsi untuk mengendalikan kelenturan otot.

Beberapa peralatan penunjang atau teknologi modern juga mungkin digunakan oleh penderita cedera saraf tulang belakang untuk memudahkan proses pemulihan fisik mereka,seperti:

  • Kursi roda listrik atau yang memiliki bahan yang lebih ringan dibandingkan kursi roda pendahulunya dapat membantu pasien menjalani aktivitas tanpa harus selalu bergantung kepada orang lain.
  • Perlengkapan elektronik yang bisa dioperasikan menggunakan suara atau tombol dapat membantu pasien melakukan aktivitas atau rutinitas sehari-hari.
  • Alat perangsang fungsi elektrik atau functional electrical stimulation system (FES) yang digunakan untuk mengendalikan otot tangan dan kaki sehingga penderita dapat berjalan atau berpegangan.
  • Menggunakan bantuan robot untuk melatih kembali kemampuan berjalan setelah pasien mengalami cedera saraf tulang belakang.Peralatan ini masih bersifat terobosan baru yang masih harus disempurnakan.
  • Komputer yang dapat diaktifkan menggunakan program pengenalan suara dapat digunakan oleh pasien yang mengalami keterbatasan fungsi organ tangan akibat cedera ini.

Pemulihan cedera saraf tulang belakang dapat berlangsung cepat dan lama.Pada beberapa kasus,pemulihan dapat terjadi sedikit demi sedikit,dimulai dari satu minggu hingga 6 bulan,bisa juga memakan waktu hingga satu tahun atau lebih lama.

Komplikasi Cedera Saraf Tulang Belakang

Cedera saraf tulang belakang berdampak besar pada bagaimana tubuh menjalani fungsinya.Beberapa perubahan dan komplikasi yang turut dialami oleh organ tubuh lainnya,yaitu:

  • Kemampuan kulit untuk merasakan tekanan,rasa dingin atau panas yang terhalang akibat kondisi ini membuat penderita rentan mengalami luka atau nyeri pada area kulit yang mengalami tekanan berlebihan dan terkena panas atau dingin.
  • Pembuangan urine dari kandung kemih sulit untuk dikendalikan akibat sel saraf yang bertugas sebagai pembawa pesan telah mengalami cedera.Kondisi ini dapat memicu infeksi saluran kemih,ginjal,dan kencing batu.Proses rehabilitasi akan membantu penderita untuk belajar bagaimana mengendalikan kandung kemih pasca cedera.
  • Berkurangnya kendali tubuh untuk proses pembuangan air besar yang turut berubah.
  • Naiknya tekanan darah atau sebaliknya,menurun saat bangkit dari posisi duduk,hingga pembengkakan pada tungkai yang dapat memicu penggumpalan darah,seperti penyakit trombosis vena dalam(deep vein thrombosis).
  • Kejang otot atau kekencangan otot yang tidak terkontrol(spastisitas),atau sebaliknya,otot yang lemas akibat berkurangnya kekuatan(flasiditas).
  • Gangguan pernapasan sebagai akibat dari pengaruh cedera saraf tulang belakang pada otot perut dan dada.
  • Penurunan berat badan dan degenerasi otot dapat membatasi gerakan tubuh yang kemudian berisiko pada kondisi obesitas,diabetes,dan penyakit yang berhubungan dengan organ jantung(kardiovaskular).
  • Nyeri otot,sendi atau saraf pada otot yang terlalu sering digunakan pada penderita cedera saraf tulang belakang tidak lengkap.
  • Kesehatan seksual,seperti fungsi organ seksual,tingkat kesuburan,dan gairah seksual dapat turut terpengaruh akibat kondisi ini.
  • Depresi dapat muncul akibat harus melalui perubahan-perubahan yang dialami oleh tubuh dan rasa sakit akibat kondisi ini.

Pencegahan Cedera Saraf Tulang Belakang

Mencegah terjadinya cedera pada saraf tulang belakang dapat dilakukan melalui langkah-langkah pencegahan berikut ini:

  • Tetap waspada dan berhati-hati saat sedang berolahraga atau melakukan aktivitas berisiko lainnya.Gunakan perlengkapan pengaman,misalnya helm,saat melakukan olahraga kasti.
  • Perhatikan keadaan sekeliling untuk mencegah jatuh.Gunakan pegangan tambahan pada tangga,atau keset antiselip untuk mencegah terpeleset saat di kamar mandi.
  • Patuhi peraturan lalu lintas dan berhati-hati saat mengemudikan kendaraan.Jangan mengemudi saat berada dalam pengaruh minuman beralkohol.
  • Periksa kedalaman sungai atau kolam sebelum melompat ke dalam.

Saat menemui orang lain yang mengalami kecelakaan,cegah atau kurangi risiko terjadinya cedera saraf tulang belakang pada leher atau punggungnya dengan cara:

  • Segera hubungi paramedis dan jangan memindahkan atau menggerakkan korban sebelum paramedis tiba di lokasi.
  • Letakkan handuk tebal di kedua sisi leher,atau pegang leher dan kepala,dan minta korban untuk tidak bergerak hingga paramedis tiba.
  • Lakukan pertolongan pertama yang diperlukan untuk menghentikan pendarahan tanpa menggerakan leher dan kepala.
  • Perkaya diri,anggota keluarga,dan orang lain di sekitar tentang informasi cedera saraf tulang belakang,pilihan perawatan,serta bantuan penunjang lainnya.Makin banyaknya informasi yang bisa diketahui mengenai penyakit ini dapat membantu meringankan beban dan depresi yang dapat muncul.
Loading...

Daftar Penyakit SelainPenyakit Cedera Saraf Tulang Belakang

#Nama PenyakitNama penyakit
1Ablasi Retina

Ablasi retina adalah kondisi ketika retina(lapisan tipis yang terletak di bagian belakang mata...

2Abses Payudara

Abses payudara adalah benjolan yang terbentuk di payudara karena berkumpulnya nanah dan terasa...

3Achondroplasia

Achondroplasia merupakan salah satu kondisi yang menyebabkan dwarfisme atau tubuh kerdil dan term...

4ADHD

ADHD atau attention deficit hyperactivity disorder adalah gangguan jangka panj...

5Akalasia

Akalasia adalah kondisi di mana kerongkongan(esofagus)kehilangan kemampuan untuk mendorong ma...

6Albinisme

Albinisme adalah suatu kelainan yang terjadi sejak lahir yang mana penderitanya mengalami kekuran...

7Alergi

Alergi adalah reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap sesuatu yang dianggap berbahaya walaupun seb...

8Alergi Dingin

Alergi dingin atau dalam istilah medis disebut urtikaria dingin adalah reaksi kulit terhadap ding...

9Alergi Kacang

Alergi kacang adalah reaksi alergi yang terjadi akibat tubuh menyalahartikan makanan berbahan das...

10Alergi Makanan

Alergi makanan adalah reaksi alergi yang terjadi akibat sistem kekebalan tubuh kita keliru meresp...

11Alergi Obat

Alergi obat adalah reaksi berlebihan sistem kekebalan tubuh terhadap obat-obatan tertentu yang An...

12Alergi Susu

Alergi susu adalah sebuah bentuk respons alami dari sistem kekebalan tubuh terhadap susu dan prod...

13Alergi Telur

Alergi telur adalah salah satu jenis reaksi yang tidak biasa dari sistem kekebalan tubuh terhadap...

14Amnesia

Amnesia atau hilang ingatan adalah istilah yang digunakan saat seseorang tidak bisa mengingat inf...

15Amputasi

Amputasi adalah operasi pemotongan bagian tubuh,misalnya jari,lengan,atau kaki.Operasi ini...

16Anemia

Anemia adalah suatu kondisi ketika tubuh kekurangan sel darah yang mengandung hemoglobin untuk...

17Anemia Defisiensi Besi

Anemia defisiensi besi adalah kondisi kekurangan nutrisi zat besi yang mengakibatkan penurunan ju...

18Anemia Defisiensi Vitamin B12 Dan Folat

Anemia defisiensi vitamin B12 atau folat(vitamin B9)adalah kondisi yang berkembang ketika tubuh...

19Anemia Hemolitik

Anemia hemolitik adalah kondisi di mana hancurnya sel darah merah(eritrosit)lebih cepat dibandi...

20Anemia Sel Sabit

Anemia sel sabit adalah kondisi anemia di mana terdapat ketidaknormalan bentuk sel darah merah,d...

21Angin Duduk

Angin duduk atau angina adalah sebuah kondisi yang ditandai dengan nyeri pada dada akibat otot-ot...

22Ankylosing Spondylitis

Ankylosing spondylitis adalah penyakit kronis yang menyebabkan tulang belakang mengalami peradang...

23Angina Pektoris

Angina pektroris(angina)adalah rasa nyeri pada dada yang terjadi saat aliran darah dan oksigen...

24Anoreksia Nervosa

Anoreksia nervosa merupakan suatu masalah kesehatan jiwa yang mana pengidapnya terobsesi untuk me...

25Anthrax

Anthrax adalah penyakit serius dan langka yang disebabkan oleh bakteri Bacillus anthrac...

26Aritmia

Aritmia adalah masalah pada irama jantung ketika organ tersebut berdetak terlalu cepat,terlalu l...

27Ascariasis

Ascariasis adalah infeksi yang disebabkan oleh cacing gelang.Cacing ini adalah jenis parasit yan...

28Asma

Asma adalah jenis penyakit jangka panjang atau kronis pada saluran pernapasan yang ditandai denga...

29Astigmatisme

Astigmatisme adalah gangguan penglihatan yang diakibatkan cacat pada kelengkungan lensa atau korn...

30Aterosklerosis

Aterosklerosis adalah penyempitan dan penebalan arteri karena penumpukan plak pada dinding arteri...

31Atresia Ani

Atresia ani adalah salah satu jenis cacat atau kelainan sejak lahir.Pada kondisi ini,perkembang...

32Autisme

Autisme atau Autism Spectrum Disorder (ASD) adalah gang...

33Balanitis

Balanitis adalah peradangan pada ujung kepala penis (glans penis) yang diseba...

34Barotrauma

Barotrauma adalah kerusakan jaringan akibat perbedaan tekanan dalam tubuh dengan tekanan udara di...

35Batu Empedu

Batu empedu adalah batuan kecil yang berasal dari kolesterol,dan terbentuk di saluran empedu man...

36Batu Ginjal

Penyakit batu ginjal atau nefrolitiasis adalah suatu kondisi ketika material keras yang menyerupa...

37Batu Kandung Kemih

Batu kandung kemih atau bladder calculi adalah batu yang terbentuk dari endapa...

38Batu Kelenjar Air Liur

Batu kelenjar air liur atau sialothiasis adalah pengerasan atau kalsifikasi za...

39Batuk Darah

Batuk darah atau hemoptisis adalah keadaan ketika seseorang mengalami batuk yang disertai darah....

40Batuk Kronis

Batuk kronis adalah batuk yang berlangsung dalam jangka waktu lama,yaitu sekitar dua bulan atau...

41Batuk Rejan

Batuk rejan atau pertusis adalah infeksi bakteri pada paru-paru dan saluran pernapasan yang mudah...

42Batuk Batuk

Batuk adalah respons alami dari tubuh sebagai sistem pertahanan saluran napas jika terdapat gangg...

43Bedbugs

Bedbugs,atau dikenal juga dengan sebutan kutu kasur,adalah serangga parasit berukuran kecil ber...

44Bell s Palsy

Bell's Palsy adalah kelumpuhan atau kelemahan pada salah satu sisi otot di wajah yang yang be...

45Biang Keringat

Biang keringat adalah ruam kecil berwarna merah dan menonjol yang terasa gatal dan bisa menyebabk...

46Bidai Tulang Kering

Bidai tulang kering(shin splints)adalah istilah umum untuk menggambarkan rasa sakit di...

47Biduran

Biduran atau urtikaria adalah reaksi kulit yang ditandai dengan bilur berwarna merah atau putih y...

48Bintitan

Bintitan atau yang dalam bahasa medis disebut hordeolum adalah kondisi ketika bintil menyakitkan...

49Bisul

Bisul adalah benjolan merah pada kulit yang terasa sakit dan berisi nanah.Benjolan ini muncul ak...

50Blefaritis

Blefaritis adalah peradangan pada tepi kelopak mata yang menyebabkan bagian tersebut jadi terliha...

51Blighted Ovum

Blighted ovum (anembryonic gestation) atau kehamila...

52Botak

Botak atau istilah medisnya alopecia adalah kerontokan rambut yang umumnya bersifat permanen.Sal...

53Botulisme

Botulisme adalah kondisi keracunan serius yang disebabkan oleh racun yang dihasilkan bakteri ...

54BPD(Borderline Personality Disorder)

Borderline personality disorder (BPD)atau gangguan kepribadian ambang adalah sebua...

55BPH(Benign Prostatic Hyperplasia)

Benign Prostatic Hyperplasia (BPH)atau pembesaran prostat jinak adalah kondisi ket...

56Bradikardia

Bradikardia adalah kondisi di mana jantung penderita berdetak lebih lambat dari kondisi normal.U...

57Bronkiolitis

Bronkiolitis adalah infeksi saluran napas yang menyebabkan terjadinya radang dan penyumbatan di d...

58Bronkitis

Bronkitis adalah infeksi pada saluran pernapasan utama dari paru-paru atau bronkus yang menyebabk...

59Brucellosis

Brucellosis adalah infeksi yang disebabkan bakteri yang berasal dari hewan ke manusia.Menurut da...

60Bruxism

Bruxism adalah kondisi dimana seseorang seringkali menggemeretakkan,menekan,atau menggesekkan g...

61Bulimia

Bulimia nervosa atau bulimia adalah salah satu jenis gangguan pola makan yang serius dan berpoten...

62Bursitis

Bursitis adalah peradangan atau pembengkakan yang terjadi pada bursa,yaitu kantong berisi cairan...

63Buta Warna

Buta warna adalah berkurangnya kualitas penglihatan terhadap warna yang umumnya diturunkan kepada...

64Cacar Air

Penyakit cacar air,secara medis disebut varisela,umumnya diderita oleh anak-anak berusia di baw...

65Cacing Kremi

Cacing kremi adalah cacing parasit kecil yang menjangkiti usus besar manusia.Parasit bernama lat...

66Campak

Campak adalah infeksi virus yang ditandai dengan munculnya ruam di seluruh tubuh dan sangat menul...

67Candidiasis

Candidiasis adalah infeksi akibat jamur Candida.Jamur ini memiliki lebih dari 20 j...

68Cantengan

Cantengan adalah kondisi yang mana sudut ujung jari menjadi bengkak,sakit,dan berwarna kemeraha...

69Cedera Hamstring

Cedera hamstring adalah cedera yang menimpa tiga kelompok otot yang ada di paha bagian belakang....

70Cedera Saraf Tulang Belakang

Cedera saraf tulang belakang atau spinal cord injury adalah luka atau kerusaka...

71Cegukan

Cegukan atau singultus adalah keluarnya suara khas seperti‘hik’akibat menutupnya pi...

72Chlamydia

Chlamydia adalah penyakit menular seksual yang ditularkan melalui hubungan seks tanpa menggunakan...

73Cholangiocarcinoma

Cholangiocarcinoma atau kanker saluran empedu adalah sel kanker yang tumbuh pada sa...

74Cholangitis

Cholangitis adalah infeksi yang terjadi pada saluran empedu(saluran yang dilewati oleh cairan em...

75Craniosynostosis

Craniosynostosis adalah sebuah kelainan di tulang tengkorak yang menyebabkan bentuk...

76Crohn's Disease

Crohn’s disease atau penyakit Crohn adalah salah satu penyakit ...

77Croup

Croup adalah salah satu jenis infeksi saluran pernapasan yang umumnya dialami anak-anak berusia e...

78CTS (Carpal Tunnel Syndrome)

Carpal tunnel syndrome atau CTS (sindrom terowongan/lorong karpal) adalah kondisi y...

79Cutaneous Larva Migrans

Cutaneous larva migrans (CLM) adalah infeksi yang diakibatkan oleh parasit cacing pada kulit. Jen...

80Cystic Fibrosis

Cystic fibrosis atau fibrosis kistik adalah penyakit genetika yang menyebabkan lendir-lendir di d...

81Cystitis

Cystitis adalah inflamasi atau peradangan pada kandung kemih. Bakteri merupakan penyebab utama pa...

82Deep Vein Thrombosis

Deep vein thrombosis (DVT) atau trombosis vena dalam adalah penggumpalan darah yang terjadi di da...

83Defek Septum Ventrikel

Defek septum ventrikel atau ventricular septal defect (VSD) adalah kelainan ja...

84Defisiensi Glukosa 6 Fosfat Dehidrogenase (G6PD Deficiency)

Defisiensi glukosa-6-fosfat dehidrogenase (G6PD deficiency) adalah suatu kelainan g...

85Degenerasi Makula

Degenerasi makula atau age-related macular degeneration (AMD/ARMD) adalah penu...

86Dehidrasi

Dehidrasi adalah kondisi ketika tubuh kehilangan lebih banyak cairan daripada yang didapatkan, se...

87Delirium

Delirium adalah gangguan mental serius yang menyebabkan penderita mengalami kebingungan parah dan...

88Demam

Demam adalah kondisi ketika suhu tubuh berada di atas angka 38 derajat celsius. Demam merupakan b...

89Demam Berdarah

Demam dengue atau yang dikenal secara umum oleh masyarakat Indonesia sebagai demam berdarah merup...

90Demam Kelenjar

Demam kelenjar adalah infeksi virus yang disebabkan oleh virus Epstein-Barr (EBV). Infeksi ditula...

91Demam Kuning

Demam kuning adalah penyakit yang disebabkan oleh virus yang ditularkan melalui perantara nyamuk....

92Demam Pada Anak

Demam bukanlah sebuah penyakit tetapi merupakan sebuah gejala. Demam terjadi ketika sistem kekeba...

93Demam Reumatik

Demam reumatik adalah komplikasi yang terjadi ketika infeksi akibat bakteri streptokokus grup A t...

94Demam Scarlet

Demam scarlet atau scarlatina adalah demam yang disertai ruam merah pada kulit yang disebabkan in...

95Demensia

Demensia adalah sebuah sindrom yang berkaitan dengan penurunan kemampuan fungsi otak, seperti ber...

96Dengkur

Dengkur adalah getaran yang dihasilkan oleh aliran udara yang melewati saluran pernapasan yang te...

97Depresi

Depresi adalah salah satu gangguan kesehatan mental yang terjadi sedikitnya selama dua minggu ata...

98Dermatitis Kontak

Dermatitis kontak adalah peradangan pada kulit, ditandai dengan ruam gatal kemerahan, yang muncul...

99Dermatitis Numularis

Dermatitis numularis merupakan suatu penyakit pada kulit yang ditandai dengan nyeri atau pedih pa...

100Dermatitis Seboroik

Dermatitis seboroik adalah penyakit kulit yang biasanya mengenai kulit kepala dan area tubuh yang...