Call medicalclinicid@gmail.com
Loading...
Berikut Ini Penjelasan Penyakit Batu Empedu

Berikut Penjelasan dari Pengertian penyakit Batu Empedu,Gejala penyakit Batu Empedu,Penyebab penyakit Batu Empedu,Diagnosis penyakit Batu Empedu,Penanganan penyakit Batu Empedu,Pengobatan penyakit Batu Empedu

Batu empedu adalah batuan kecil yang berasal dari kolesterol, dan terbentuk di saluran empedu manusia. Pada hampir sebagian besar kasus, batu empedu ini tidak akan menimbulkan gejala apapun. Namun, terkadang  batu ini akan menyumbat bagian ujung empedu sehingga akan memicu rasa sakit mendadak yang cukup hebat. Nyeri ini disebut dengan nyeri kolik, dan dapat bertahan selama hitungan jam.

Ukuran batu empedu bermacam-macam.Ada yang sekecil butiran pasir dan ada yang sebesar bola pingpong.Jumlah batu yang terbentuk dalam kantong empedu juga bervariasi,misalnya ada orang yang hanya memiliki satu buah batu dan ada yang lebih banyak.

Penyebab Terbentuknya Batu Empedu

Batu empedu diduga terbentuk akibat pengerasan kolesterol yang tertimbun dalam cairan empedu.Hal ini terjadi karena adanya ketidakseimbangan antara jumlah kolesterol dan senyawa kimia dalam cairan tersebut.

Berikut adalah faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda terkena batu empedu:

  • Faktor usia. Risiko penyakit batu ginjal akan bertambah seiring usia. Penyakit ini umumnya dialami orang yang berusia di atas 40 tahun.
  • Jenis kelamin. Risiko wanita untuk terkena penyakit batu empedu lebih tinggi dibandingkan pria.
  • Dampak melahirkan. Wanita yang pernah melahirkan memiliki risiko lebih tinggi. Penyebabnya mungkin karena meningkatnya kadar kolesterol akibat perubahan hormon estrogen selama masa kehamilan.
  • Pengaruh berat badan. Risiko Anda akan meningkat jika mengalami kelebihan berat badan, obesitas, hingga penurunan berat badan drastis.

Langkah Pengobatan Untuk Mengatasi Batu Empedu

Keberadaan batu empedu seringkali tidak akan menimbulkan gejala,sehingga tidak memerlukan penanganan secara khusus.Tetapi jika menyebabkan gejala yang mengganggu atau jika terjadi komplikasi,penyakit ini harus ditangani.

Batu empedu bisa ditangani dengan obat-obatan hingga operasi pengangkatan kantong empedu.Walau fungsi organ ini penting,tubuh kita tetap bisa bertahan tanpa memilikinya.Tanpa kantong empedu,hati akan tetap mengeluarkan cairan empedu yang membantu dalam pencernaan lemak.

Jenis operasi yang umum direkomendasikan adalah operasi‘lubang kunci’atau istilah medisnya kolesistektomi laparoskopik.Jenis operasi ini dianjurkan karena metodenya yang sederhana dengan tingkat risiko komplikasi yang rendah.

Komplikasi Akibat Batu Empedu

Walau sangat jarang terjadi,batu empedu dapat menyebabkan komplikasi pada tubuh.Salah satunya adalah inflamasi kantong empedu(kolelitiasis)dengan gejala berupa:

  • Rasa sakit perut yang terus menerus.
  • Demam tinggi.
  • Sakit kuning.
  • Denyut jantung berdetak cepat.

Pankreatitis akut juga merupakan salah satu risiko yang berbahaya jika batu empedu masuk dan menghambat saluran pankreas.Peradangan pankreas ini akan menyebabkan sakit perut yang akan terus bertambah parah.

Diagnosis Batu Empedu

Jika merasakan gejala-gejala yang mengindikasikan terjadinya komplikasi,sebaiknya Anda segera memeriksakan diri ke dokter.Sebagai langkah awal,Anda akan menjalani pemeriksaan fisik.Kantong empedu berada di bagian kanan atas perut.Pasien akan diminta menarik napas,kemudian dokter akan menekan bagian kanan atas perut.Jika terasa sakit,kemungkinan terdapat peradangan pada kantong empedu.

Jika terbukti demikian,tes lanjutan akan dianjurkan dokter untuk memastikan tingkat keparahan peradangannya.

Tes darah

Tes darah bisa dilakukan untuk memeriksa apakah terjadi infeksi atau untuk memeriksa fungsi hati pasien.Fungsi hati akan terganggu jika ada batu empedu yang berpindah ke saluran empedu.Dokter juga mungkin akan melakukan pemeriksaan enzim lipase dan amylase apabila terdapat tanda-tanda terjadinya pankreatitis.Kadar kedua enzim tersebut umumnya akan meningkat tiga kali lipat pada pasien pankreatitis akut.

USG

Jenis USG yang akan Anda jalani sama dengan tes USG untuk memeriksa kehamilan.Tetapi USG akan diarahkan ke bagian perut atas.

MRI scan

Proses pemindaian yang mendetail ini dilakukan untuk memeriksa keberadaan batu empedu di dalam saluran pencernaan.

CT scan

Jika pasien mengalami sakit perut hebat,jenis pemindaian ini dapat digunakan sebagai pemeriksaan darurat dalam proses diagnosis.CT scanjuga digunakan untuk memeriksa apakah terjadi komplikasi akibat batu empedu, misalnya pankreatitis akut. Namun, metode pemindaian ini tidak memberikan hasil sebaik dengan MRI scan.

Kolangiografi

Kolangiografi dilakukan untuk memeriksa keberadaan batu di dalam saluran pencernaan termasuk saluran empedu. Pemeriksaan dengan kolangiografi menggunakan sejenis tinta yang disuntikkan ke dalam aliran darah pasien. Dengan tinta ini, saluran pencernaan dapat dipelajari setelah gambar X-raydiambil.Jika saluran empedu berfungsi dengan baik,tinta yang terserap akan berhasil mengalir ke dalam hati,saluran empedu,usus,dan kantong empedu.

Pencegahan Batu Empedu

Mengubah pola makan dan menurunkan berat badan bagi mereka yang mengalami obesitas dapat membantu mencegah terbentuknya batu empedu.

Batu empedu diduga terbentuk akibat pengerasan kolesterol yang tertimbun dalam cairan empedu.Karena itu,kita sebaiknya menerapkan pola makan yang sehat dan seimbang serta menghindari konsumsi makanan yang mengandung lemak dan kolestrerol tinggi.Contohnya:

  • Makanan bersantan seperti rendang,kolak,serta ketupat sayur.
  • Makanan berminyak seperti gorengan.
  • Makanan yang terbuat dari kacang-kacangan seperti sambal kacang atau bumbu sate.
  • Kue dan camilan kripik.

Terlalu banyak mengonsumsi minuman keras juga dapat mempertinggi risiko Anda,jadi sebaiknya jangan berlebihan.Secara umum,rekomendasi yang disarankan adalah tidak lebih dari 2 unit alkohol per hari.Dua unit alkohol ini sederhananya sama dengan kurang lebih 1.5 kaleng bir atau 1.5 gelas anggur(wine). Perlu diingat bahwa masing-masing minuman keras memiliki kadar alkohol yang berbeda, sehingga jumlahnya pun harus disesuaikan agar tidak melebihi batas maksimal per hari.

Kelebihan berat badan atau obesitas merupakan salah satu faktor risiko yang dapat menyebabkan komplikasi batu empedu.Karena itu,menjaga berat badan yang sehat sangatlah penting.

Anda disarankan untuk menghindari diet ketat yang menuntut untuk mengonsumsi makanan rendah kalori dan lemak saja.Penurunan berat badan secara drastis dalam waktu singkat juga dapat mempertinggi risiko terbentuknya batu empedu.

Gejala Batu Empedu

Batu empedu umumnya tidak menyebabkan penyakit.Gejala dapat muncul jika batu ini menyumbat saluran kantong empedu atau saluran pencernaan lainnya.Gejala utama yang biasanya dialami adalah sakit perut yang datang secara tiba-tiba atau disebut dengan kolik bilier.

Rasa sakit ini dapat terjadi pada beberapa bagian perut.Di antaranya adalah bagian tengah,atas,atau kanan perut.Rasa sakit ini juga bisa menyebar ke sisi tubuh atau tulang belikat.Tanda-tanda sakit perut ini juga bervariasi,misalnya:

  • Dapat muncul kapan saja
  • Dapat berlangsung selama beberapa menit sampai berjam-jam.
  • Tidak akan berkurang meski sudah ke toilet,kentut,atau muntah.
  • Frekuensi kemunculannya jarang tapi bisa dipicu oleh makanan dengan kadar lemak yang tinggi.

Jika batu empedu menyebabkan penyumbatan pada salah satu saluran pencernaan,gejala-gejala berikut dapat muncul:

  • Sakit perut yang terus-menerus atau selalu kembali.
  • Demam tinggi.
  • Sakit kuning
  • Detak jantung yang cepat.
  • Gatal-gatal pada kulit.
  • Diare.
  • Linglung.
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Mual dan muntah.
  • Rasa sakit pada pundak.

Penting bagi Anda untuk mewaspadai kolik bilier walau gejalanya terasa sepele dan tidak konsisten.Segera periksakan diri Anda ke dokter jika Anda mengalami sakit perut hebat yang berlangsung lebih dari delapan jam,sakit kuning atau demam.

Pengobatan Batu Empedu

Dampak dan perkembangan batu empedu berbeda-beda pada tiap orang.Oleh karena itu,ada yang merasakan gejala dan ada yang tidak.Langkah pengobatan akan disesuaikan kepada seberapa besar pengaruhnya terhadap Anda.

Batu Empedu Tahap Awal

Peningkatan kewaspadaan dan pemantauan secara teratur sering menjadi rekomendasi utama dalam menangani kondisi ini.Jika batu empedu tidak menyebabkan gejala apa pun,dokter biasanya tidak menganjurkan intervensi medis.

Tetapi jika Anda memiliki penyakit lain yang dapat mempertinggi kemungkinan komplikasi,Anda akan dianjurkan untuk menjalani pengobatan.Jenis penyakit yang meningkatkan risiko komplikasi batu empedu adalah sirosis,diabetes,atau hipertensi portal(tekanan darah tinggi yang terjadi pada hati).

Jika Anda memiliki batu empedu,sekaligus tingkat kalsium yang tinggi di dalam kantong empedunya,langkah pengobatan akan dianjurkan.Hal ini karena kombinasi batu empedu dan kalsium yang tinggi dapat menyebabkan kanker kantong empedu jika dibiarkan.

Batu EmpeduTahap Lanjut

Gejala utama perkembangan penyakit ini adalah munculnya sakit perut atau kolik bilier.Jenis pengobatannya juga tergantung pada tingkat keparahan gejala:

  • Jika Anda mengalami sakit perut ringan dan jarang muncul,dokter mungkin akan menganjurkan konsumsi obat pereda sakit(analgesik)dan pola makan sehat untuk mengendalikan gejala.
  • Jika Anda mengalami sakit perut yang hebat dan sering muncul,dokter biasanya akan menganjurkan prosedur pengangkatan kantong empedu.

Obat Asam Ursodeoksikolat

Batu empedu berukuran kecil yang tidak mengandung kalsium dapat ditangani dengan asam ursodeoksikolat.Obat ini mampu melarutkan batu empedu.Tetapi obat ini jarang direkomendasikan untuk menangani batu empedu karena:

  • Tingkat keefektifannya yang rendah.
  • Pasien harus meminumnya untuk waktu lama(terkadang lebih dari satu tahun).
  • Batu empedu dapat kembali muncul jika konsumsi dihentikan.

Asam ursodeoksikolat juga tidak dianjurkan bagi wanita hamil atau menyusui.Obat ini juga dapat mempengaruhi keefektifan pil KB.Karena itu,wanita pengguna pil KB dianjurkan menggantinya dengan alat pengaman seperti kondom jika mengonsumsi obat ini.

Selain sebagai pengobatan,asam ursodeoksikolat juga dianjurkan untuk mencegah terbentuknya batu empedu bagi mereka yang berisiko tinggi.

Langkah Operasi untuk Menangani Batu Empedu

Jika gejala yang Anda alami sangat parah,kantong empedu mungkin harus diangkat melalui operasi.Tetapi Anda tidak perlu takut karena kantong empedu tidak termasuk organ penting yang Anda harus miliki untuk bertahan hidup.

Kolesistektomi laparoskopik

Operasi pengangkatan kantong empedu yang paling umum direkomendasikan adalah operasi‘lubang kunci’atau kolesistektomi laparoskopik.Pada operasi ini,dokter akan membuat satu sayatan berukuran 2-3 cm di sekitar pusar,dan dua hingga tiga sayatan dengan ukuran yang lebih kecil di sisi kanan perut.Operasi ini dilakukan dengan penerapan bius total,jadi Anda akan tertidur selama prosedur berlangsung sehingga tidak akan merasa sakit.Masa pemulihan yang dibutuhkan pasien biasanya sekitar 1-2 minggu.

Kolesistektomi dengan sayatan terbuka

Operasi ini akan dipilih jika batu empedu tidak dapat dikeluarkan dengan operasi‘lubang kunci’atau kondisi pasien tidak memungkinkan untuk menjalani kolesistektomi laparoskopik.Misalnya karena:

  • Letak kantong empedu pasien sulit dijangkau.
  • Pasien berberat badan tinggi.
  • Pasien berada pada bulan-bulan terakhir kehamilan.

Setelah menjalani kolesistektomi dengan sayatan terbuka,pasien perlu menginap di rumah sakit selama 5-6 hari.Waktu yang dibutuhkan untuk sembuh total juga lebih lama dibandingkan dengan operasi‘lubang kunci’,yaitu sekitar 1,5 bulan.Tetapi tingkat keefektifan operasi ini sama dengan operasi kolesistektomi laparoskopik.

Kolangiopankreatografi Retrograd Endoskopik(Endoscopic Retrograde Cholangiopancreatography/ERCP)

Penyumbatan akibat batu pada saluran empedu bisa ditangani dengan prosedur kolangiopankreatografi retrograd endoskopik(endoscopic retrograde cholangiopancreatography/ERCP).Prosedur ini bertujuan untuk menghilangkan batu empedu tanpa mengangkat kantong empedu.Prosedur ini seringkali dilakukan pada mereka yang kondisinya tidak cukup kuat untuk menjalani prosedur operasi.

Selain untuk prosedur terapeutik,ERCP juga dapat berfungsi sebagai penegak diagnosa,di mana sebuah tabung tipis yang fleksibel dengan kamera di ujungnya akan dimasukkan dari mulut hingga menuju ke kantong empedu.Kondisi hati,saluran empedu,dan pankreas akan dapat dilihat jelas dengan prosedur ini.

ERCP biasanya dilakukan dengan pemberian bius intravena, di mana pasien akan tetap sadar selama prosedur ini dilakukan. Proses ERCP memakan waktu sekitar 30-60 menit, atau lebih cepat. Setelah menjalani prosedur ini, pasien umumnya harus menginap satu malam di rumah sakit untuk pemantauan kondisi.

Pengaruh dari Pola Makan

Mengubah pola makan dengan hanya mengonsumsi makanan rendah lemak tidak dapat menyembuhkan batu empedu,melainkan menjaga pola makan yang sehat dan seimbang dapat membantu kita untuk menjaga kesehatan serta mengurangi rasa sakit akibat batu empedu.

Penyebab Batu Empedu

Munculnya batu empedu diduga akibat adanya ketidakseimbangan antara kolesterol dan senyawa kimia dalam cairan empedu.Serpihan kristal yang terbentuk akan berkembang menjadi batu dan biasanya dalam waktu bertahun-tahun.

Penimbunan senyawa kimia yang umumnya terdapat dalam kantong empedu saat batu tersebut terbentuk adalah kolesterol dan bilirubin(limbah dari penghancuran sel darah merah).Hampir 80 persen batu empedu berbahan dasar kolesterol dan sekitar 20 persen berbahan dasar bilirubin.Bilirubin adalah suatu pigmen yang ditemukan dalam cairan empedu.

Ukuran batu empedu yang terbentuk juga bermacam-macam.Ada yang sekecil butir pasir dan ada yang sebesar bola pingpong.Begitu juga dengan jumlahnya.Ada orang yang hanya memiliki satu buah batu dan ada yang lebih.

Kemungkinan munculnya batu empedu berbeda-beda pada tiap orang.Secara spesifik,wanita berisiko dua kali lebih tinggi dibandingkan pria.Terutama wanita yang pernah hamil,mengonsumsi pil KB,atau menjalani terapi hormon berdosis tinggi.

Selain itu,angka kejadian batu empedu akan meningkat pada mereka yang menderita penyakit anemia bulan sabit(sickle cell anemia). Pada penderita anemia sel bulan sabit, sel darah merah akan dipecah terus menerus oleh tubuh, dan akhirnya diubah menjadi bilirubin. Penumpukan kadar bilirubin inilah yang dapat menyebabkan terjadinya batu empedu. Sebuah data penelitian di Inggris menunjukkan bahwa lebih dari separuh penderita anemia bulan sabit akan memiliki komplikasi berupa terbentuknya batu empedu.

Berikut ini adalah faktor-faktor lain yang meningkatkan risiko untuk mengidap batu empedu:

  • Berusia di atas 40 tahun.
  • Sedang hamil.
  • Memiliki anggota keluarga dengan penyakit yang sama.
  • Sering mengonsumsi makanan berlemak atau berkolesterol tinggi.
  • Kekurangan serat dalam pola makan.
  • Penderita diabetes.
  • Kelebihan berat badan atau mengalami obesitas.
  • Penderita sirosis.
  • Penderita gangguan pencernaan,misalnya penyakit Crohn dan sindrom iritasi usus.
  • Orang yang menggunakanceftriaxone, yaitu antibiotik yang dapat digunakan untuk mengobati pneumonia, meningitis, dan gonore.
  • Orang yang mengalami penurunan berat badan secara drastis.

Komplikasi Batu Empedu

Batu empedu dapat menyebabkan penyumbatan pada saluran empedu atau pindah ke dalam sistem pencernaan.Inilah yang biasanya menyebabkan komplikasi serius.

Radang Kantong EmpeduAkut

Kolesistitis atau radang kantong empedu akut terjadi saat cairan empedu menumpuk dalam kantong empedu karena ada batu empedu yang menyumbat saluran keluarnya cairan itu.

Gejala-gejala pada kolesistitis akut di antaranya adalah sakit di perut bagian atas yang menjalar ke tulang belikat,demam tinggi,serta detak jantung yang cepat.

Antibiotik umumnya digunakan sebagai penanganan pertama untuk mengatasi infeksi sebelum operasi pengangkatan kantong empedu dilakukan.Prosedur yang digunakan biasanya adalah operasi‘lubang kunci’.

Abses kantong empedu

Nanah terkadang dapat muncul dalam kantong empedu akibat infeksi yang parah.Jika ini terjadi,penanganan dengan antibiotik saja tidak cukup dan nanah akan perlu disedot.

Peritonitis

Peritonitis adalah peradangan pada lapisan perut sebelah dalam yang dikenal sebagai peritoneum.Komplikasi ini terjadi akibat pecahnya kantong empedu yang mengalami peradangan parah.Penanganannya meliputi infus antibiotik, hingga operasi untuk mengangkat bagian peritoneum yang mengalami kerusakan parah.

Penyumbatan Saluran Empedu

Tersumbatnya saluran empedu oleh batu membuat saluran ini menjadi rentan terserang bakteri penyebab infeksi,atau secara medis disebut kolangitis akut.Komplikasi ini umumnya dapat ditangani dengan antibiotik dan prosedur kolangiopankreatografi retrograd endoskopik(ERCP).Gejala pada infeksi ini adalah sakit di perut bagian atas yang menjalar ke tulang belikat,sakit kuning,demam tinggi,meriang,gatal pada kulit dan linglung.

Pankreatitis Akut

Pankreatitis akut juga merupakan salah satu komplikasi yang dapat terjadi jika batu empedu keluar dan menyumbat saluran pankreas.Peradangan pankreas ini akan menyebabkan sakit yang hebat pada bagian tengah perut.Rasa sakit ini akan bertambah parah dan menjalar ke punggung,terutama setelah makan.

Selain sakit perut,pankreatitis akut juga dapat menyebabkan gejala lain.Di antaranya adalah diare,kehilangan nafsu makan,mual,muntah,demam tinggi,dan sakit kuning.

Posisi bungkuk atau meringkuk mungkin dapat membantu meringankan sakit perut akibat pankreatitis akut.Komplikasi ini tidak dapat disembuhkan dengan pengobatan khusus.Tujuan penanganan hanya untuk menopang fungsi tubuh sampai peradangan mereda dengan sendirinya.Perawatan di rumah sakit umumnya berlangsung sekitar satu minggu sebelum pasien diizinkan pulang,seperti pemberian cairan infus,terapi oksigen,obat pereda rasa sakit,hingga pengaturan pola makan.

Kanker Kantong Empedu

Penderita batu empedu memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena kanker kantong empedu.Walau demikian,kemungkinan terjadinya sangat jarang,bahkan bagi orang yang berisiko tinggi karena faktor keturunan sekali pun.Operasi pengangkatan kantong empedu akan dianjurkan untuk mencegah kanker,terutama jika Anda mempunyai tingkat kalsium yang tinggi di dalam kantong empedu.Gejala kanker ini hampir sama dengan penyakit batu empedu yang meliputi sakit perut,demam tinggi,serta sakit kuning.

Pengobatan seperti kemoterapi dan radioterapi juga dapat dilakukan jika seseorang mengalami kanker kantong empedu.

 

Loading...

Daftar Penyakit SelainPenyakit Batu Empedu

#Nama PenyakitNama penyakit
1Ablasi Retina

Ablasi retina adalah kondisi ketika retina(lapisan tipis yang terletak di bagian belakang mata...

2Abses Payudara

Abses payudara adalah benjolan yang terbentuk di payudara karena berkumpulnya nanah dan terasa...

3Achondroplasia

Achondroplasia merupakan salah satu kondisi yang menyebabkan dwarfisme atau tubuh kerdil dan term...

4ADHD

ADHD atau attention deficit hyperactivity disorder adalah gangguan jangka panj...

5Akalasia

Akalasia adalah kondisi di mana kerongkongan(esofagus)kehilangan kemampuan untuk mendorong ma...

6Albinisme

Albinisme adalah suatu kelainan yang terjadi sejak lahir yang mana penderitanya mengalami kekuran...

7Alergi

Alergi adalah reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap sesuatu yang dianggap berbahaya walaupun seb...

8Alergi Dingin

Alergi dingin atau dalam istilah medis disebut urtikaria dingin adalah reaksi kulit terhadap ding...

9Alergi Kacang

Alergi kacang adalah reaksi alergi yang terjadi akibat tubuh menyalahartikan makanan berbahan das...

10Alergi Makanan

Alergi makanan adalah reaksi alergi yang terjadi akibat sistem kekebalan tubuh kita keliru meresp...

11Alergi Obat

Alergi obat adalah reaksi berlebihan sistem kekebalan tubuh terhadap obat-obatan tertentu yang An...

12Alergi Susu

Alergi susu adalah sebuah bentuk respons alami dari sistem kekebalan tubuh terhadap susu dan prod...

13Alergi Telur

Alergi telur adalah salah satu jenis reaksi yang tidak biasa dari sistem kekebalan tubuh terhadap...

14Amnesia

Amnesia atau hilang ingatan adalah istilah yang digunakan saat seseorang tidak bisa mengingat inf...

15Amputasi

Amputasi adalah operasi pemotongan bagian tubuh,misalnya jari,lengan,atau kaki.Operasi ini...

16Anemia

Anemia adalah suatu kondisi ketika tubuh kekurangan sel darah yang mengandung hemoglobin untuk...

17Anemia Defisiensi Besi

Anemia defisiensi besi adalah kondisi kekurangan nutrisi zat besi yang mengakibatkan penurunan ju...

18Anemia Defisiensi Vitamin B12 Dan Folat

Anemia defisiensi vitamin B12 atau folat(vitamin B9)adalah kondisi yang berkembang ketika tubuh...

19Anemia Hemolitik

Anemia hemolitik adalah kondisi di mana hancurnya sel darah merah(eritrosit)lebih cepat dibandi...

20Anemia Sel Sabit

Anemia sel sabit adalah kondisi anemia di mana terdapat ketidaknormalan bentuk sel darah merah,d...

21Angin Duduk

Angin duduk atau angina adalah sebuah kondisi yang ditandai dengan nyeri pada dada akibat otot-ot...

22Ankylosing Spondylitis

Ankylosing spondylitis adalah penyakit kronis yang menyebabkan tulang belakang mengalami peradang...

23Angina Pektoris

Angina pektroris(angina)adalah rasa nyeri pada dada yang terjadi saat aliran darah dan oksigen...

24Anoreksia Nervosa

Anoreksia nervosa merupakan suatu masalah kesehatan jiwa yang mana pengidapnya terobsesi untuk me...

25Anthrax

Anthrax adalah penyakit serius dan langka yang disebabkan oleh bakteri Bacillus anthrac...

26Aritmia

Aritmia adalah masalah pada irama jantung ketika organ tersebut berdetak terlalu cepat,terlalu l...

27Ascariasis

Ascariasis adalah infeksi yang disebabkan oleh cacing gelang.Cacing ini adalah jenis parasit yan...

28Asma

Asma adalah jenis penyakit jangka panjang atau kronis pada saluran pernapasan yang ditandai denga...

29Astigmatisme

Astigmatisme adalah gangguan penglihatan yang diakibatkan cacat pada kelengkungan lensa atau korn...

30Aterosklerosis

Aterosklerosis adalah penyempitan dan penebalan arteri karena penumpukan plak pada dinding arteri...

31Atresia Ani

Atresia ani adalah salah satu jenis cacat atau kelainan sejak lahir.Pada kondisi ini,perkembang...

32Autisme

Autisme atau Autism Spectrum Disorder (ASD) adalah gang...

33Balanitis

Balanitis adalah peradangan pada ujung kepala penis (glans penis) yang diseba...

34Barotrauma

Barotrauma adalah kerusakan jaringan akibat perbedaan tekanan dalam tubuh dengan tekanan udara di...

35Batu Empedu

Batu empedu adalah batuan kecil yang berasal dari kolesterol,dan terbentuk di saluran empedu man...

36Batu Ginjal

Penyakit batu ginjal atau nefrolitiasis adalah suatu kondisi ketika material keras yang menyerupa...

37Batu Kandung Kemih

Batu kandung kemih atau bladder calculi adalah batu yang terbentuk dari endapa...

38Batu Kelenjar Air Liur

Batu kelenjar air liur atau sialothiasis adalah pengerasan atau kalsifikasi za...

39Batuk Darah

Batuk darah atau hemoptisis adalah keadaan ketika seseorang mengalami batuk yang disertai darah....

40Batuk Kronis

Batuk kronis adalah batuk yang berlangsung dalam jangka waktu lama,yaitu sekitar dua bulan atau...

41Batuk Rejan

Batuk rejan atau pertusis adalah infeksi bakteri pada paru-paru dan saluran pernapasan yang mudah...

42Batuk Batuk

Batuk adalah respons alami dari tubuh sebagai sistem pertahanan saluran napas jika terdapat gangg...

43Bedbugs

Bedbugs,atau dikenal juga dengan sebutan kutu kasur,adalah serangga parasit berukuran kecil ber...

44Bell s Palsy

Bell's Palsy adalah kelumpuhan atau kelemahan pada salah satu sisi otot di wajah yang yang be...

45Biang Keringat

Biang keringat adalah ruam kecil berwarna merah dan menonjol yang terasa gatal dan bisa menyebabk...

46Bidai Tulang Kering

Bidai tulang kering(shin splints)adalah istilah umum untuk menggambarkan rasa sakit di...

47Biduran

Biduran atau urtikaria adalah reaksi kulit yang ditandai dengan bilur berwarna merah atau putih y...

48Bintitan

Bintitan atau yang dalam bahasa medis disebut hordeolum adalah kondisi ketika bintil menyakitkan...

49Bisul

Bisul adalah benjolan merah pada kulit yang terasa sakit dan berisi nanah.Benjolan ini muncul ak...

50Blefaritis

Blefaritis adalah peradangan pada tepi kelopak mata yang menyebabkan bagian tersebut jadi terliha...

51Blighted Ovum

Blighted ovum (anembryonic gestation) atau kehamila...

52Botak

Botak atau istilah medisnya alopecia adalah kerontokan rambut yang umumnya bersifat permanen.Sal...

53Botulisme

Botulisme adalah kondisi keracunan serius yang disebabkan oleh racun yang dihasilkan bakteri ...

54BPD(Borderline Personality Disorder)

Borderline personality disorder (BPD)atau gangguan kepribadian ambang adalah sebua...

55BPH(Benign Prostatic Hyperplasia)

Benign Prostatic Hyperplasia (BPH)atau pembesaran prostat jinak adalah kondisi ket...

56Bradikardia

Bradikardia adalah kondisi di mana jantung penderita berdetak lebih lambat dari kondisi normal.U...

57Bronkiolitis

Bronkiolitis adalah infeksi saluran napas yang menyebabkan terjadinya radang dan penyumbatan di d...

58Bronkitis

Bronkitis adalah infeksi pada saluran pernapasan utama dari paru-paru atau bronkus yang menyebabk...

59Brucellosis

Brucellosis adalah infeksi yang disebabkan bakteri yang berasal dari hewan ke manusia.Menurut da...

60Bruxism

Bruxism adalah kondisi dimana seseorang seringkali menggemeretakkan,menekan,atau menggesekkan g...

61Bulimia

Bulimia nervosa atau bulimia adalah salah satu jenis gangguan pola makan yang serius dan berpoten...

62Bursitis

Bursitis adalah peradangan atau pembengkakan yang terjadi pada bursa,yaitu kantong berisi cairan...

63Buta Warna

Buta warna adalah berkurangnya kualitas penglihatan terhadap warna yang umumnya diturunkan kepada...

64Cacar Air

Penyakit cacar air,secara medis disebut varisela,umumnya diderita oleh anak-anak berusia di baw...

65Cacing Kremi

Cacing kremi adalah cacing parasit kecil yang menjangkiti usus besar manusia.Parasit bernama lat...

66Campak

Campak adalah infeksi virus yang ditandai dengan munculnya ruam di seluruh tubuh dan sangat menul...

67Candidiasis

Candidiasis adalah infeksi akibat jamur Candida.Jamur ini memiliki lebih dari 20 j...

68Cantengan

Cantengan adalah kondisi yang mana sudut ujung jari menjadi bengkak,sakit,dan berwarna kemeraha...

69Cedera Hamstring

Cedera hamstring adalah cedera yang menimpa tiga kelompok otot yang ada di paha bagian belakang....

70Cedera Saraf Tulang Belakang

Cedera saraf tulang belakang atau spinal cord injury adalah luka atau kerusaka...

71Cegukan

Cegukan atau singultus adalah keluarnya suara khas seperti‘hik’akibat menutupnya pi...

72Chlamydia

Chlamydia adalah penyakit menular seksual yang ditularkan melalui hubungan seks tanpa menggunakan...

73Cholangiocarcinoma

Cholangiocarcinoma atau kanker saluran empedu adalah sel kanker yang tumbuh pada sa...

74Cholangitis

Cholangitis adalah infeksi yang terjadi pada saluran empedu(saluran yang dilewati oleh cairan em...

75Craniosynostosis

Craniosynostosis adalah sebuah kelainan di tulang tengkorak yang menyebabkan bentuk...

76Crohn's Disease

Crohn’s disease atau penyakit Crohn adalah salah satu penyakit ...

77Croup

Croup adalah salah satu jenis infeksi saluran pernapasan yang umumnya dialami anak-anak berusia e...

78CTS (Carpal Tunnel Syndrome)

Carpal tunnel syndrome atau CTS (sindrom terowongan/lorong karpal) adalah kondisi y...

79Cutaneous Larva Migrans

Cutaneous larva migrans (CLM) adalah infeksi yang diakibatkan oleh parasit cacing pada kulit. Jen...

80Cystic Fibrosis

Cystic fibrosis atau fibrosis kistik adalah penyakit genetika yang menyebabkan lendir-lendir di d...

81Cystitis

Cystitis adalah inflamasi atau peradangan pada kandung kemih. Bakteri merupakan penyebab utama pa...

82Deep Vein Thrombosis

Deep vein thrombosis (DVT) atau trombosis vena dalam adalah penggumpalan darah yang terjadi di da...

83Defek Septum Ventrikel

Defek septum ventrikel atau ventricular septal defect (VSD) adalah kelainan ja...

84Defisiensi Glukosa 6 Fosfat Dehidrogenase (G6PD Deficiency)

Defisiensi glukosa-6-fosfat dehidrogenase (G6PD deficiency) adalah suatu kelainan g...

85Degenerasi Makula

Degenerasi makula atau age-related macular degeneration (AMD/ARMD) adalah penu...

86Dehidrasi

Dehidrasi adalah kondisi ketika tubuh kehilangan lebih banyak cairan daripada yang didapatkan, se...

87Delirium

Delirium adalah gangguan mental serius yang menyebabkan penderita mengalami kebingungan parah dan...

88Demam

Demam adalah kondisi ketika suhu tubuh berada di atas angka 38 derajat celsius. Demam merupakan b...

89Demam Berdarah

Demam dengue atau yang dikenal secara umum oleh masyarakat Indonesia sebagai demam berdarah merup...

90Demam Kelenjar

Demam kelenjar adalah infeksi virus yang disebabkan oleh virus Epstein-Barr (EBV). Infeksi ditula...

91Demam Kuning

Demam kuning adalah penyakit yang disebabkan oleh virus yang ditularkan melalui perantara nyamuk....

92Demam Pada Anak

Demam bukanlah sebuah penyakit tetapi merupakan sebuah gejala. Demam terjadi ketika sistem kekeba...

93Demam Reumatik

Demam reumatik adalah komplikasi yang terjadi ketika infeksi akibat bakteri streptokokus grup A t...

94Demam Scarlet

Demam scarlet atau scarlatina adalah demam yang disertai ruam merah pada kulit yang disebabkan in...

95Demensia

Demensia adalah sebuah sindrom yang berkaitan dengan penurunan kemampuan fungsi otak, seperti ber...

96Dengkur

Dengkur adalah getaran yang dihasilkan oleh aliran udara yang melewati saluran pernapasan yang te...

97Depresi

Depresi adalah salah satu gangguan kesehatan mental yang terjadi sedikitnya selama dua minggu ata...

98Dermatitis Kontak

Dermatitis kontak adalah peradangan pada kulit, ditandai dengan ruam gatal kemerahan, yang muncul...

99Dermatitis Numularis

Dermatitis numularis merupakan suatu penyakit pada kulit yang ditandai dengan nyeri atau pedih pa...

100Dermatitis Seboroik

Dermatitis seboroik adalah penyakit kulit yang biasanya mengenai kulit kepala dan area tubuh yang...